Mengenal Berbagai Macam Pupuk Tanaman

Pemupukan dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, Anda dapat menggunakan pupuk organik maupun kimia. Jika tanah maupun media tanam sudah subur, pemupukan tambahan bahkan tidak perlu dilakukan.

Pemupukan tambahan untuk tanaman sekali panen seperti sawi, selada dan brokoli hanya dilakukan 1 – 2 kali saja, yaitu pada saat pindah tanam dan 2 – 4 minggu setelah tanam. Untuk tanaman yang bisa dipanen berkali – kali seperti cabai rawit, pepaya dan paprika, pemupukan dapat dilakukan rutin setiap 1 – 2 bulan sekali.
Baik pupuk organik maupun kimia umumnya memiliki dua bentuk yaitu padat dan cair. Pupuk yang berbentuk padat digunakan untuk memenuhi unsur makro yang diperlukan tanaman, unsur makro meliputi Nitrogen (N), Phospat (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Belerang (S) unsur makro adalah unsur nutrisi yang paling banyak dibutuhkan tanaman.

Cara penggunaan pupuk padat adalah dengan cara ditebar pada sekitar tanaman. Pupuk cair digunakan untuk memenuhi unsur mikro yang diperlukan tanaman seperti Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Seng (Zn), Natrium (Na), dll. Unsur mikro adalah unsur nutrisi yang sedikit dibutuhkan tanaman.

Cara penggunaan pupuk cair adalah dengan mencampur pupuk cair tersebut dengan air dalam jumlah tertentu kemudian disemprotkan pada daun tanaman. Selain pupuk organik dan kimia, ada satu lagi jenis pupuk yang populer yaitu pupuk hayati, salah satu contoh pupuk hayati adalah EM-4, pupuk ini berbentuk cair dan mengandung mikroorganisme yang mampu mengurai bahan organik menjadi unsur yang dibutuhkan tanaman, serta mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Penggunaan pupuk hayati biasa digabung dengan penggunaan pupuk organik. Pupuk hayati juga bisa digunakan dengan pupuk kimia tetapi harus diberi jeda waktu tertentu, tidak boleh digunakan bersamaan.

.

.

MAHIR BERKEBUN 30 JENIS TANAMAN LANGSUNG PRAKTEK DI RUMAH KLIK >> DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *