HIDROPONIK, Teknik Berkebun Masa Depan

Menanam secara hidroponik dapat menjadi pilihan jika Anda kesulitan mendapatkan media tanam konvensional. Menanam secara hidroponik memiliki berbagai keuunggulan seperti, lebih lemat tempat, pertumbuhan tanaman lebih cepat karena semua nutrisi terpenuhi secara terus – menerus, tidak perlu repot menyiram tanaman dan lebih lemat air.

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani, “hydro” yang berarti air dan “ponos” yang berarti tenaga. Menanam secara hidroponik adalah menanam yang mengandalkan tenaga air, artinya seluruh nutrisi tanaman berasal dari air, berbeda dengan menanam secara konvensional yang nutrisinya didapatkan dari media tanam seperti tanah dan berbagai macam pupuk, menanam secara konvensional air berfungsi sebagai pelarut saja.

Menanam secara hidroponik juga memiliki kelemahan seperti, tidak semua tanaman cocok dengan teknik hidroponik, mahalnya membangun instalasi dengan sistem tertentu dan biaya operasional yang cukup mahal.

.

.

MAHIR BERKEBUN 30 JENIS TANAMAN LANGSUNG PRAKTEK DI RUMAH KLIK >> DI SINI

Hama Terburuk Penyebab Gagal Panen



Untuk dapat merawat berbagai tanaman dengan baik, Anda harus mengenal berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan cara menanganinya. OPT dibagi menjadi tiga yaitu, hama, vektor penyakit dan gulma.

Hama adalah hewan yang dapat merusak tanaman secara langsung. Contoh hama adalah berbagai jenis serangga, bekicot, keong, tikus, dll. Serangan hama bisa terjadi sangat cepat dan mengakibatkan kerusakan langsung yang besar. Cara menangani hama adalah bisa dimusnahkan secara langsung bila melihatnya, membuat jebakan atau bisa juga menggunakan pestisida.

Vektor penyakit adalah berbagai organisme yang merusak tanaman secara tidak langsung, vektor penyakit dapat menurunkan imunitas dan metabolisme tanaman. Gejala serangan vektor penyakit umumnya tidak terlihat pada awalnya, namun perlahan pertumbuhan tanaman akan terganggu, jika dibiarkan tanaman akan mati. Lebih berbahaya lagi, jika dibiarkan vektor penyakit dapat menular ke tanaman lainnya. Vektor penyakit meliputi, virus, bakteri dan cendawan atau jamur. Cara menanggulangi vektor penyakit di antaranya, menjaga kebersihan tempat budidaya tanaman, segera memusnahkan tanaman yang terkena vektor penyakit agar tidak menular, Anda juga dapat menggunakan pestisida jika serangan sudah cukup parah.

Gulma adalah tanaman liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Gulma dapat berebut nutrisi dengan tanaman budidaya, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal. Cara menanggulangi gulma bisa dengan cara dicabut secara langsung, dipotong maupun menggunakan pestisida.

Untuk budidaya tanaman di sekitar rumah, sebaiknya Anda lebih menekankan cara penanggulangan alami, karena lebih sehat dan tidak merusak lingkungan. Akan lebih baik jika penggunaan pestisida kimia dilakukan dalam keadaan tertentu saja, misalkan kondisi OPT yang sudah tidak terkendali.

.

.

MAHIR BERKEBUN 30 JENIS TANAMAN LANGSUNG PRAKTEK DI RUMAH KLIK >> DI SINI

Mengenal Berbagai Macam Pupuk Tanaman

Pemupukan dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, Anda dapat menggunakan pupuk organik maupun kimia. Jika tanah maupun media tanam sudah subur, pemupukan tambahan bahkan tidak perlu dilakukan.

Pemupukan tambahan untuk tanaman sekali panen seperti sawi, selada dan brokoli hanya dilakukan 1 – 2 kali saja, yaitu pada saat pindah tanam dan 2 – 4 minggu setelah tanam. Untuk tanaman yang bisa dipanen berkali – kali seperti cabai rawit, pepaya dan paprika, pemupukan dapat dilakukan rutin setiap 1 – 2 bulan sekali.
Baik pupuk organik maupun kimia umumnya memiliki dua bentuk yaitu padat dan cair. Pupuk yang berbentuk padat digunakan untuk memenuhi unsur makro yang diperlukan tanaman, unsur makro meliputi Nitrogen (N), Phospat (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Belerang (S) unsur makro adalah unsur nutrisi yang paling banyak dibutuhkan tanaman.

Cara penggunaan pupuk padat adalah dengan cara ditebar pada sekitar tanaman. Pupuk cair digunakan untuk memenuhi unsur mikro yang diperlukan tanaman seperti Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Seng (Zn), Natrium (Na), dll. Unsur mikro adalah unsur nutrisi yang sedikit dibutuhkan tanaman.

Cara penggunaan pupuk cair adalah dengan mencampur pupuk cair tersebut dengan air dalam jumlah tertentu kemudian disemprotkan pada daun tanaman. Selain pupuk organik dan kimia, ada satu lagi jenis pupuk yang populer yaitu pupuk hayati, salah satu contoh pupuk hayati adalah EM-4, pupuk ini berbentuk cair dan mengandung mikroorganisme yang mampu mengurai bahan organik menjadi unsur yang dibutuhkan tanaman, serta mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Penggunaan pupuk hayati biasa digabung dengan penggunaan pupuk organik. Pupuk hayati juga bisa digunakan dengan pupuk kimia tetapi harus diberi jeda waktu tertentu, tidak boleh digunakan bersamaan.

.

.

MAHIR BERKEBUN 30 JENIS TANAMAN LANGSUNG PRAKTEK DI RUMAH KLIK >> DI SINI

Cara Cepat Menyemai Benih Konvensional

Cara menyemai benih tanaman sangatlah mudah, pertama – tama kita harus menentukan benih apa yang mau disemai. Setelah itu, kita harus menentukan media apa yang akan di gunakan untuk menyemai. Berikut beberapa media yang dapat Anda gunakan :

+ Tanah
Tanah yang digunakan sebaiknya kering, gembur dan seteril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma.

+ Pupuk Kandang
Pupuk kandang untuk menambah kesuburan media semai, pupuk kandang sebaiknya yang sudah kering dan halus sehingga lebih mudah untuk dicampur maupun dimasukan kedalam polybag

+ Arang Sekam
Arang sekam yang terbuat dari sekam padi sangat baik sebagai campuran media semai, karena mempunyai daya ikat air yang cukup baik sehingga bisa mengontrol keadaan air didalam media semai. Selain itu arang sekam juga berfungsi untuk menyediakan unsur fosfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Oh iya untuk perbandingan yang sering digunakan untuk membuat media semai/tanam adalah 1:1:1 contoh : 5 ember tanah + 5 ember pupuk kandang + 5 ember arang sekam. Campur media tersebut secara merata

Media sudah, sekarang kita akan membahas tempat yang akan digunakan untuk menyemai. Anda bisa menggunakan wadah plastik bekas, polybag maupun wadah persemaian khusus yang biasanya di jual di toko pertanian. Masukkan media yang sudah dicampur tadi kedalam media yang Anda pakai.

Langkah selanjutnya adalah menebarkan benih tanaman di atas media yang sudah Anda buat tadi(usahakan agar penebaran benih merata, supaya mudah untuk dipindah) kemudian tutup dengan media lagi, tipis saja. Lakukan penyiraman, gunakan semprotan/sprayer supaya benih tidak berantakan. Terakhir, usahakan agar benih terkena sinar matahari pagi di bawah jam 10 pagi, pindah ke tempat teduh ketika matahari sudah mulai terik. Tinggal nunggu benih tumbuh deh… mudah kan…

Pemindahan tanam, setelah benih berumur 2 – 4 minggu atau memiliki minimal 4 helai daun, tanaman siap di pindahkan, bisa langsung ke tanah maupun ke dalam polybag tergantung jenis tanamannya.

.

.

MAHIR BERKEBUN 30 JENIS TANAMAN LANGSUNG PRAKTEK DI RUMAH KLIK >> DI SINI